H-2 merayakan usia yang baru, hari ini aku sangat sangat melow. Banyak nangisnya.Moodnya berasa pingin nangis aja gitu, tapi somehow juga aneh karena sakit kepalanya jadi berkurang.Kayaknya nangis ngebuat rileks, atau setidaknya, membuat aku melepaskan tension yang ada.
Mungkin sudah tepat 6 tahun ya dari patah hati pertama yang membuat hidup jungkir balik. Kayaknya dekat-dekat hari ini juga deh dulu aku mengalami episode nangis seminggu dan tidak suka melihat diri sendiri karena aku merasa jelek.
Selama 6 tahun ke belakang, I was being so hard on myself. Mungkin not so much terkait pencapaian kerja ataupun akademis, tapi lebih ke bagaimana aku terlihat. Aku sangat insecure untuk tampil di depan publik, ngomong, ataupun mencoba menarik perhatian orang. Itu karena aku merasa jelek dan tidak worth. Siapa, sih, yang mau sama aku? Siapa, sih, yang mau dengerin aku? I hate my voice pitch and tone. I hate my body. I hate my skin.
Sungguh sebuah hal yang menyedihkan, menyadari bahwa selama ini aku punya hubungan yang tidak baik dengan diriku sendiri. At least, saat ini sudah disadari, sih. Padahal, ini rumah bagi diriku dan jiwaku sendiri, lho. Kalau ada yang nggak nyaman, itu yang datang dari diri sendiri yang perlu di-address. Kalau orang lain yang nggak nyaman lihat kita, padahal kita baik-baik aja (nggak menimbulkan kematian atau apalah), ya sudah itu urusan mereka.
Proses healing dalam menerima diri sendiri buatku takes sooo long, ternyata. Bahkan belum selesai juga lho, sampai sekarang. Tapi, aku menikmatinya. Capek sih, nangis, sadar, nangis lagi etc etc. Tapi aku rasa itu fase-fase yang memang harus dijalani untuk unlock kejutan-kejutan lain ke depannya.
Buat kamu yang juga sedang belajar memahami dirimu sendiri, open up yourself and accept your limitation and weaknesses. Kita adalah versi terbaik Tuhan untuk diri kita.
No comments:
Post a Comment