rasanya menjadi tahun yang paling banyak belajar. semoga bisa memulai pelajaran dan perjalanan selanjutnya dengan lebih ikhlas dan sabar 👏
Saturday, 26 September 2020
Friday, 25 September 2020
H-2 merayakan usia yang baru, hari ini aku sangat sangat melow. Banyak nangisnya.Moodnya berasa pingin nangis aja gitu, tapi somehow juga aneh karena sakit kepalanya jadi berkurang.Kayaknya nangis ngebuat rileks, atau setidaknya, membuat aku melepaskan tension yang ada.
Mungkin sudah tepat 6 tahun ya dari patah hati pertama yang membuat hidup jungkir balik. Kayaknya dekat-dekat hari ini juga deh dulu aku mengalami episode nangis seminggu dan tidak suka melihat diri sendiri karena aku merasa jelek.
Selama 6 tahun ke belakang, I was being so hard on myself. Mungkin not so much terkait pencapaian kerja ataupun akademis, tapi lebih ke bagaimana aku terlihat. Aku sangat insecure untuk tampil di depan publik, ngomong, ataupun mencoba menarik perhatian orang. Itu karena aku merasa jelek dan tidak worth. Siapa, sih, yang mau sama aku? Siapa, sih, yang mau dengerin aku? I hate my voice pitch and tone. I hate my body. I hate my skin.
Sungguh sebuah hal yang menyedihkan, menyadari bahwa selama ini aku punya hubungan yang tidak baik dengan diriku sendiri. At least, saat ini sudah disadari, sih. Padahal, ini rumah bagi diriku dan jiwaku sendiri, lho. Kalau ada yang nggak nyaman, itu yang datang dari diri sendiri yang perlu di-address. Kalau orang lain yang nggak nyaman lihat kita, padahal kita baik-baik aja (nggak menimbulkan kematian atau apalah), ya sudah itu urusan mereka.
Proses healing dalam menerima diri sendiri buatku takes sooo long, ternyata. Bahkan belum selesai juga lho, sampai sekarang. Tapi, aku menikmatinya. Capek sih, nangis, sadar, nangis lagi etc etc. Tapi aku rasa itu fase-fase yang memang harus dijalani untuk unlock kejutan-kejutan lain ke depannya.
Buat kamu yang juga sedang belajar memahami dirimu sendiri, open up yourself and accept your limitation and weaknesses. Kita adalah versi terbaik Tuhan untuk diri kita.
Wednesday, 9 September 2020
people do come for a reason, and left with a reason, too
reflecting on the recent development of my social life,
i think i can now better internalize that saying.
some people will only be there for some limited timeframe, and that's okay. you might meet them later, or not.
you can't make everyone stay. and that's okay.
nonetheless, another advice "to be present, here and now", should also become something that we need to internalize.
because on that limited timeframe, we can appreciate lessons and experience that we get during the time we spend together.
and when it's over, we won't be left with so much regret or anger or sadness. but also, appreciate good things that happened, and lessons that are learned.
not trying to help others is not always a bad thing. afterall, your biggest responsibility lies within yourself.
you are responsible for your happiness. life is hard already, and no one can ever truly care about your well-being but yourself.