Friday, 13 April 2018

Belajar IELTS tanpa Les

Hai, teman-teman yang mungkin nyasar karena sedang akan mengambil tes IELTS! Aku mau bagi-bagi tips untuk sobat qismin (seperti layaknya diri sendiri) yang mau ngambil tes IELTS, tapi remuk-patah-hati-ini ketika melihat biaya tes tersebut, apalagi biaya lesnya yang.... umumnya lebih mahal dari biaya tesnya sendiri, iya nggak? (catatan- untuk les intensif ya, bukan kalau 1-2x datang saja)

Sangat sangat tidak bermaksud untuk meng-encourage teman-teman untuk nggak usah ambil les, karena kan setiap orang kemampuannya berbeda-beda ya, baik kemampuan kognitif maupun kemampuan materialnya. Kalau misalnya punya jatah uang yang bisa dialokasikan untuk les sih, aku sangat-sangat merekomendasikan untuk les! Kenapa? Ya, namanya juga les intensif, ada orang yang bantuin dan nemenin belajar (dan sudah ahli pada bidangnya!), insyaAllah hasilnya bisa lebih maksimal dibandingkan dengan meraba-raba dan proofread hasil jawaban diri sendiri. Ya kaaann...

Oiya, intro dikit ya, ini pengalaman aku ambil tes IELTS tahun 2015 di British Council Malang (udah lama juga, ya). Sayangnya aku nggak sempat mendokumentasikan hal apapun terkait tes itu, jadi ingatannya rada-rada kabur. Yang jelas, aku inget banget waktu itu bulan Ramadhan, jadi bener-bener cramming otak waktu puasa, tiada makan, tiada minum (dramatis gitu). Awalnya mau ikutan buka bareng temen-temen SMA habis tes, tapi hasil paling nyata dari tes IELTS sambil puasa adalah pulang dengan kepala panas dan perut laper nggak bisa mikir, jadi aku langsung cus ke rumah dan tidur sampai adzan Maghrib. Hhh perasaan kelaparan dan kepusingan itu sangat nyata dan masih keinget sampai sekarang loh. Tapi mungkin, berkah Ramadhan pula, alhamdulillah hasil IELTSnya bisa kepakai untuk daftar LPDP dan juga cukup memenuhi standar universitas tujuanku, University of Sydney. 

Tes IELTS sendiri, sebagaimana sebagian netizen sudah ketahui, terdiri dari 4 section: Listening, Reading, Writing (I&II), dan Speaking (I,II, & III). 
Nah, dari keempat hal yang terdapat dalam IELTS ini, menurutku, dua hal yang bisa kamu pol-in kalau belajar sendiri adalah: listening dan reading, karena keduanya memang rada pasif gitu kan. Ketika kamu belajar mendengar dan membaca, kamu bisa cek benar-tidaknya jawaban kamu dengan melihat kunci jawaban yang tersedia. Melakukan latihan untuk kedua hal ini pun cukup mudah, kamu bisa donwload berbagai jenis buku (ilegal) IELTS online (Maafkan aku, belum mampu beli aslinya), atau beli buku latihan IELTS (yang biasanya bonus CD Listening juga). Waktu itu aku dipinjamin si Tepanus punya mantannya yang dia LDR Jogja-Sydney, terus mungkin bisa jadi ikut kebawa aura-aura Sydney gitu kali, ya wkwkwk (ini penting banget ya diceritain gitu HAHAHA)

Nah, untuk dua hal lainnya, writing dan speaking adalah bagian dimana kalau kamu ikutan les privat ataupun kelas intensif, akan sangat-sangat membantu. Di bagian menulis, akan ada orang yang bisa mengecek tulisan kita, baik secara grammar maupun secara struktur tulisan. Sepertinya, tes IELTS (Akademik) juga secara langsung-gak-langsung, pasif agresif gitu.. mengenalkan para calon pelajar ini untuk menuliskan ide-ide atau buah pemikiran yang kita punya secara sistematis, dimulai dari introduction, issue 1, issue 2, sampai conclusion. Oiya, kalau kamu search "IELTS writing structure"  di Google akan ada banyak sekali situs ataupun blog yang share bagaimana cara menulis untuk tes IELTS, dos and donts gitu lah. Insya Allah nggak ada yang menyesatkan, kok. Oiya, selanjutnya, untuk speaking, jelas banget banget laah bahwa punya partner untuk berbicara akan sangat membantu. Memang nggak harus guru les, sih, tapi ya pasangan berbicara dan ngobrol tentang topik-topik yang sekiranya akan muncul. Karena, dari 3 section untuk speaking, di bagian terakhir kan ceritanya ada two-way discussion antara kamu dan interviewer, jadi yaa lebih enak kalau misalnya memang sudah ada orang yang merespons jawabanmu, dan memicu kamu untuk menjawab celetukan atau pertanyaannya beliau. 

Intinya, sih, buat sobat qismin yang ingin belajar IELTS tanpa les intensif, 
gunakan internet dengan cerdas! 

itu aja sih, udah..... hehehhehehehe *penonton kecewa* 
Tapi, serius, deh asal kalian cerdas dalam menggunakan kata kunci di mesin pencari Google, maka niscaya kalian akan nemu berbagai situs yang menjelaskan tetek bengek IELTS dari abcdefgh dst dst. Nggak semuanya dalam bahasa Inggris, banyak juga yang dalam bahasa Indonesia, semisal kalau takut salah paham dengan penjelasannya. Cari sebanyak mungkin latihan soal dan audio untuk reading dan listening. Jangan cuma dicari doang juga, sih.... praktikkan! Kalian bisa juga download contoh-contoh jawaban atau esai untuk writing dan belajar bagaimana struktur penulisan akademik yang baik. Untuk speaking, banyak juga yang membahas daftar pertanyaan yang biasanya diajukan, jadi ya paling nggak bisa buat siap-siap gitu. Aku juga suka banget cari di Youtube video-video orang yang ceritanya merepresentasikan peserta IELTS yang lagi speaking dengan hasil band sekian-sekian, waktu kemarin aku carinya di Youtube "IELTS Speaking band 7", atau ya terserah kamu kira-kira punya tujuan berapa hasilnya. Hint: Semakin fancy alias beragamnya kosa-kata atau vocab yang kamu pakai, memperbesar kemungkinan dapat skor nilai yang lebih tinggi juga. Jadi, banyakin perbendaharaan vocab kamu! 

oh iya, selain gunakan internet dengan cerdas kalian juga harus disiplin! alokasikan waktu yang cukup untuk belajar. serius deh, disiplin dan keteguhan hati ini sangat diuji kalau mau belajar sendirian, karena kan kita nggak ada yang mengoyak-oyak (apa sih bahasa Indonesianya?) buat belajar, nggak ada beban karena udah bayar les, jadi kadang bikin males. Jangan! Kemalasan itu akan membuatmu menyesal seumur hidup, nak! 

Aku menulis ini buat kasih semangat, buat temen-temen yang mungkin nggak punya budget untuk les privat, insyaAllah bisa kok! Asal emang niat, ada jalannya. Apalagi sekarang di Internet bertebaran berbagai macam informasi *mulai dari yang nggak penting blas sampe super-maha-penting*, kita beneran harus bersyukur bisa ambil pelajaran dari situ. Btw, selain manfaatin internet, kamu juga bisa  loh ambil mock-test IELTS, semacam tes IELTS pura-pura gitu, biasanya lembaga-lembaga les yang adain, dan dari hasilnya kamu bisa ngira-ngira juga kemampuanmu seberapa dan apa yang harus ditingkatkan dari situ. 

Hasil tes IELTSku jelas pol-nya di bagian pasif listening&reading wkwk, karena anaknya sok-sokan takut gitu minta bantuan orang (apa banget kaan) buat ngecekin hasil tulisan dan juga belajar ngobrol. Sehinggaaaa saran aku selanjutnya adalah, kalau nggak bisa bayar mahal untuk les IELTS, bertemanlah dengan orang yang bisa membantu kalian-- and it never hurts to ask for a help; kalau ditolak, yaudah cari orang lain hehehehe. Seriusan deh, ini hal yang aku rada skip kemarin, karena malu dan takut... padahal, ya udah lah, kalau memang orangnya punya waktu dan baik hati, insyaAllah akan memperlebar ladang pahala gitu kan *haiyaahh*. 

All in all, goodluck untuk semua teman-teman yang sedang mempersiapkan tes IELTSnya! Semoga diberikan hasil yang sesuai, jangan lupa cek ketentuan kampus tujuan kalian (apakah ada minimum score per-kategori, atau mereka menerima minimum overall score), dan jangan bersedih kalau belum berhasil di percobaan pertama! Eh gapapa sih, sedih, tapi ya jangan lama-lama aja gitu *aku paham kok sedih karena uang buat bayar IELTS kan mahal ya, tapi nda papa, it's OK... nanti akan ada gantinya yang lebih baik yaaa. Aaamiin* 


p.s. awalnya aku mau kasih pdf-pdf buku IELTS aku latihan, tapi menyadari bahwa itu sama aja memperluas dosa diri sendiri *malu sama yang bikin buku*, jadi kalian bisa googling sendiri aja yaa buku-buku latihan IELTSnya. kalau udah berhasil lolos dan kuliah di tempat bagus, jangan lupa bagikan ilmunya, jadi dosa download ilegal-nya rada berkurang *sepertinya sih begitu* wkwk. 


No comments:

Post a Comment