1 minggu ini cukup random, karena pulang ke rumah untuk Lebaran dan kebanyakan glundung sana glundung sini (I know I should do something better, but but but it's supposed to be a holiday righttt soo...... )
Ada beberapa hal yang aku pelajari dari 1 minggu belakangan, ada yang penting dan nggak penting, tapi menurutku penting semua sih (karena semua hal baru itu exciting dan terasa penting pada waktunya wkwk)
1. Mi Ayam Wonogiri: kenapa sih semua yang jualan mi ayam itu rata-rata menamai mi ayamnya mi ayam wonogiri? emang beneran mereka semua dari wonogiri? siapa sih yang pertama kali bikin style bumbu mi ayam kayak gitu di wonogiri? (Sepanjang jalanan pas mudik lihatnya warung bakso dan mi ayam wonogiri semua cuy)
2. MPASI Anak: Wkwk ini so random karena: 1. nikah belum, 2. apalagi punya anak. Tapi ternyata MPASI itu bisa sesimpel itu lho sebenernya (simpel as in, ga perlu beli barang-barang atau bahan makanan yang sulit dicari dan esthetique, tapi bisa memakai bahan makanan yang tersedia locally). Habisnya sering lihat temen-temen share menu MPASI terus yang pake bahan-bahan yang baru pernah denger, atau kayak apa gitu khusus bayi... butter bayi, keju bayi, etc. while ini reality, menurut dokter yang aku follow, menu sama kayak orang dewasa tuh gapapa, tinggal atur gula garamnya aja dan porsinya (yaiyalah, masa anak bayi suruh ngabisin 1 piring ala kowe trev)
3. Anemia Defisiensi Besi, Stunting: Ini kelanjutan dari MPASI sih. Jadi katanya 1 dari 3 anak Indonesia itu Stunting (kondisi tinggi badan di bawah seharusnya, pada usia di bawah 2 tahun-- yang bisa berkelanjutan). Aku mikir sendiri, apa jangan-jangan dulu aku juga stunting yah? Wkwk. Karena kelanjutan di masa depannya adalah aku ADB (baru ngecek pas di Aussie) alias anemia yg persentase Fenya rendah banget. Dulu sih sempet sampe disuruh minum suplemen 3 bulan full (Sangobion) selama dua kali kalo ga salah. Hb juga rendah makanya sering ditolak kalo mau donor (padahal sekarang berat badannya udah cukup banget kalo mau donor wkwk) Ini semakin menegaskan pentingnya penjagaan pola makan SEDARI BAYI. Nah karena udah terlanjur sekarang, ya dikoreksi dengan konsumsi makanan yang bergizi dan multivitamin zat besi menjelang dan saat menstruasi (derasnya mens juga mempengaruhi pengurangan jumlah darah dan kadar Hb di dalam tubuh)
4. Jangan marahin badan sendiri: Aku sebagai seseorang yang kesel sama diri sendiri kalo sakit atau mengalami kenggakenakbadan-an. Kayak, haduhhh kenapa sih perut pake sakit segala?? Haduhh kenapa sih ini kulitku sensi banget kalo panas-panas gini? Ya semacam itu. Kemudian ku teringat Mbak Rhiza dan seorang teman yang baru-baru ini terkena kanker usus. Intinya adalah mereka berusaha untuk berterimakasih pada tubuh mereka daaan apa ya, instead of blaming, trying to emphatize with what their body/organ is currently undergoing. Kayak, pas sakit kram perut menuju menstruasi, maka orang seperti Mbak Rhiza akan bilang bahwa, "rahim, sabar ya kamu akan melepaskan telur-telurmu... pasti sedih, ayo semangat, aku tahu kamu nggak pengen menyakiti aku"
ya semacam itu.
at first it sounds very absurd to me. tapi semakin ke sini, semakin aku meraskan pentingnya aware sama tubuh kita dan bersikap baik kepadanya. (kayaknya aku sering nulis tentang ini, note that it is something i always forget to do haha)
5. Privilege: it is not a sin, not something that you have to say sorry about, but you must be held accountable to what you're doing with your privilege. kayak, yaaa gimana, saya dilahirkan kaya dan cantik (misalnya), di keluarga yang suportif tentang pendidikan dan karir..... ya it is not something that i choose before i was born, jadi ya alhamdulillah disyukuri. TAPI what do i do with it? apakah kemudian aku akan jadi anak lalala yeyeye aja dan tidak memanfaatkan privilege itu dengan baik? ya jangan, dong. inget, banyak orang di luar saja dying to be in my position, jadi while I am at it, make sure that I use it wisely.
6. Keluarga: aku kaget sih pas pulang (sebenernya baru sadar aja) betapa definisi keluarga juga adalah: orang-orang yang kamu repotin tapi ya mau-mau aja karena ya udah gitu, kan keluarga. kayak pas lebaran nih mau-maunya omku repot nyetirin ke alun-alun yang ramenya naujubilah, mau-maunya tanteku di tengah keramaian nyempetin beliin mi rebus (padahal dianya udah capek bet) buat orang rumah, pake antri pula, dan gapake marah-marah atau ngedumel. (terus aku baru sadar aku sering banget marah-marah dan ngedumel wkwk). hadu hadu, trev, kurang-kurangin marah-marah dan ngedumelnya. ayo coba jadi anak chill~