Saturday, 16 June 2018

Reminder

Ketika melihat bintang&bulan di langit yang jauhnya jutaan cahaya dari bumi
tapi terasa dekat& nyata,
membuat sadar bahwa,
mereka yang ada di negara2 yang mengalami konflik itu,
Syria,
Yemen,
lebih dekat dari apa yang kita sebenarnya bayangkan selama ini


Sebagai sebuah reminder untuk tidak melupakan rasa empati dan kemanusiaan

Friday, 15 June 2018

Artikel pertama (dan hopefully more to come)

Let me introduce my newest baby, artikel pertama yang dipublish di The Diplomat.
Meskipun mereka menerima banyak sekali submissions and it might be just a beginner's luck, who cares, I am happy enough!
Link below:


https://thediplomat.com/2018/06/hacks-after-nukes-the-coming-of-north-koreas-cyber-threat/

Friday, 1 June 2018

Week 12

Tepat 1 bulan 1 minggu lagi akan segera meninggalkan Sydney.
Galau? Iya. 
Tapi lebih gado-gado karena galaunya harus dibagi antara sedih mau pulang, mikirin packing dan kedatangan mak bapak, sama keriweuhan tugas akhir (entah ini hal baik atau enggak wkwkwk), jadi mau nulis aja kalau sampai tanggal 20 Juni masih harus mengerjakan 2 esai akhir di kelas Nuklir dan UN. Oiya, dan 1 sitting in exam untuk kelas Asia Pasifik. 
Minggu depan sudah week 13, week terakhir kelas selama sekolah Master! Antara lega dan sedih akhirnya berakhir hahaha
Lega karena sudah berakhir pula masa-masa ini yang jungkir-balik, tapi sedih karena... ya, habis ini mau ngapain? nggak bisa dengerin kuliah dan diskusi dari orang-orang pinter lagi.

Oiya, ada 1 kutipan kelas UN yang aku sangat suka di minggu ini.
"you can't save the world before bedtime"
Kemarin kelas kami kedatangan Bapak Rob Barton, beliau bekerja di bidang DDR di UN, tepatnya di Somalia. Seperti biasa, urusan UN itu super complicated. Super banyak kritik. Super kekurangan funding. Super banyak demandnya untuk segera menjadikan dunia yang lebih damai. Nah, kutipan di atas itu seperti "jawaban" untuk semua kritik dan tuntutan yang diajukan kepada UN. 
Kita tidak bisa menuntut perdamaian, berakhirnya perang, musnahnya semua persenjataan nuklir, dalam waktu yang sangat cepat. All we have to know saat ini adalah, ada orang-orang yang berdedikasi di dalam UN yang sedang berusaha mewujudkan itu. Ini merupakan salah satu hal yang cukup bikin jleb sih, karena seringkali meng-undermine kinerja UN. Banyak agency, banyak impian-impian utopis, tapi tidak ada hasil yang nyata? 

Setidaknya, orang-orang yang bekerja di dalam UN, terutama mereka yang hadir mengisi kelasku di sini, membuktikan bahwa UN ada dan UN bekerja. Itu sudah. 
((Sedang menunggu kapan kira-kira keskeptisanku tentang ASEAN bisa berubah))